Jumat, 01 Februari 2013

Pempek & Model



Hello!
Selamat hari Jumat dan tanpa kita sadari, kita sudah hampir berada di akhir minggu. Nah, pada hari Jumat ini, mari kita lupakan kesan mistis hari Jumat dan mulai "kenalan" dengan salah satu tags saya, yaitu "Foody Friday"!
Jadi, pada tags ini, Foody Friday akan membahas tentang kuliner, pokoknya segala tentang makanan. Bagi kalian yang hobi icip-icip atau wisata kuliner, tags ini mungkin bisa kalian jadikan paduan. Saya akan memberikan rekomendasi dan penilaian terhadap beberapa kuliner yang saya temui. Tapiii... karena semuanya menurut opini saya, jadi mohon maaf bila nantinya ada hal yang keliru. Tidak menutup kemungkinan pula bila nantinya saya tidak wisata kuliner tapi malah bagi-bagi resep. Hehehe... Got it?

So, here we are!

Kali ini saya akan membahas tentang makanan khas daerah saya, yaitu Pempek dan Model!
 
 
Pempek
(Rebus version dan Goreng version)
 
Model

FYI, saya ini merupakan anak Palembang. Saya lahir hampir 18 tahun lalu di sini dan tepat pada akhir Agustus 2012, saya resmi punya "rumah kedua" yaitu Bandung, Jawa Barat. Saya pindah ke kota kembang ini untuk melanjutkan studi saya di sebuah universitas. Yah, meski sebenarnya bukan tepat di tengah kota Bandungnya, tapi sudah hampir Bandung.
Sebagai anak rantauan (do I spell it right?) dan saya sudah lama tidak pulang ke kota asal, tentu saya sering kangen dengan masakan daerah, apalagi dua makanan ini masuk ke daftar makanan favorit saya (meskipun masuk ke kategori "nggak-doyan-doyan-amat"). Jadi, mumpun lagi balik kampung, saya sempatkan datang ke salah satu warung pempek langganan saya dan makan. Nah, ini dia hasil liputan saya.

Model terdiri dari kuah khusus yang berbeda dengan cuka untuk pempek. Sedangkan main course di model sendiri adalah pempek yang berisi tahu yang lalu dipotong kecil-kecil.


Ketika saya berada di Bandung, saya menemui ada banyak sekali kedai pempek. Namun, saya hanya makan pempek dua kali di situ karena memang berbeda. Bukannya saya sombong, hanya saja saya hanya merasa "ini berbeda", sehingga saya malah makin rindu dengan  kota kelahiran. Lagipula, cara penyajiannya juga berbeda dengan yang di Palembang sana. Bila di Palembang sana pempek dimakan langsung dan dicocol dengan cuka (atau "cuko"), di Bandung sangat berbeda. Di Bandung, pempek yang sudah direbus, digoreng terlebih dahulu, dipotong kecil-kecil, lalu dimasukkan ke dalam mangkuk berisi cuka, ditambahkan bihun, baru dimakan seperti makan bakso. Well, hal ini lalu membuat saya kaget pada awalnya. Culture shock? Maybe, tapi tidak lama.
Di Palembang sendiri, kalian bisa makan yang rebus ataupunn yang sudah digoreng. Daaaannnn langsung dicocol begitu saja. Ada sih memang yang dimasukkan ke dalam mangkuk berisi cuka tapi cara itu biasa dipakai untuk mengkonsumsi pempek kapal selam.

Kalo kalian berkunjung ke Palembang, sempatkan datang dan makan dua makanan ini ya! By the way, selain dua makanan ini, ada juga makanan yang serupa dengan model, tapi tak sama. Makanan itu bernama Tekwan. Apa yang sama dan apa yang beda? Jika model itu pempek yang berisi tahu dengan kuah, nah kalau tekwan itu potongan pempek dengan kuah yang sama dengan model. Got it?
Kalian lagi ada di Palembang dan bingung mau makan pempek di mana? Well, ada banyak pilihan di Palembang, bahkan bisa membuat pendatang baru bingung. Don't worry, ini dia rekomendasi saya.

1.Pempek Dempo
   Dempo itu sendiri adalah nama sebuah kawasan di kota Palembang yang menurut saya adalah sentra pempek. Yah, meskipun kedai pempek ada banyak dan menyebar, tapi di kawasan ini menurut saya punya cita rasa pempek yang khas. Salah satu kedai pempek langganan saya adalah Pempek Dempo. By the way, di daerah ini juga ada tempat es kacang paling enak, yaitu es kacang Asuk Koboy. Tapi, kita bisa membahasnya nanti.

2. Pempek Tince
    Untuk kedai ini, lokasinya mungkin susah dicari untuk para pendatang baru. Tapi jika kalian tahu percetakan rambang yang berada di daerah Sekip, mungkin tidak akan sulit mencarinya. Berada di jalan Sakyakirti, pempek di kedai ini ENAK BANGET! Hehe... Saya juga mendapatkan bahan gambar pempek dan model di atas juga dari kedai ini.

3. Pempek Vico
      Pempek Vico berada tepat di depan salah satu Mall terbesar di Palembang, yaitu PIM (Palembang Indah Mall). Selain pempek, model, dan tekwan, kedai ini juga menyediakan es kacang dan es cincau. Karena makanan di tempat ini lumayan enak dan lokasinya mudah dijangkau, tak heran kedai ini selalu ramai dikunjungi. Siap-siap ngantri aja ya kalo telat dateng. Haha! :D


Sebenarnya masih banyak lagi kedai pempek di Palembang, tapi saya merekomendasikan 3 tempat di atas. Pempek macam apa yang disukai Pia sendiri? Ng, saya sangat suka pempek yang digoreng, apalagi buatan ibu saya. Hehe, dasar anak mama... Tapi memang, makanan buatan ibu yang paling enak.

Siap makan lagi? Sampai jumpa di post selanjutnya!


3 komentar:

  1. yah ngiler pempek kan jadinya -,- mind to follow my blog ? :D

    BalasHapus
  2. @sari ramadeni : okay, I'll follow yours right away :D

    BalasHapus